Tugas 3 : VLAN dan Static Routing

1.       Fungsi Netmask

Fungsi Netmask sendiri pada jaringan adalah menentukan dalam satu network atau tidak. Bagaimana netmask bisa menentukan jaringan pada satu network ?
Netmask memiliki beberapa  nilai default dari bebrapa class IP :

Subnetmask Default kelas A:
·         Desimal: 255.0.0.0
·         Biner: 11111111.00000000.00000000.00000000

Subnetmask Default kelas B:
·         Desimal: 255.255.0.0
·         Biner: 11111111.11111111.00000000.00000000

Subnetmask Default kelas C:
·         Desimal: 255.255.255.0
·         Biner: 11111111.11111111.11111111.00000000

Sebagai contohnya 192.168.0.1 dengan alamat netmask 255.255.255.0 :  
Alamat IP :
192.168.0.1 akan menjadi 11000000.10101000.00000000.00000001
Netmask :
                255.255.255.0 akan menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000

Hasil kedua decimal yang dibinerkan dioperasikan And maka akan menjadi
                1100000.10101000.00000000.00000000 yang di desimalkan menjadi 192.168.0.0

Jadi sebuah computer dengan alamat IP tersebut memiliki network 192.168.0.0



2.       Static Routing


Konfigurasi Jaringan :

1.       Setting IP untuk PC 0 




2.       Setting IP untuk PC 1

3.       Router 0
Setting IP Pada Router interface fa 0/0 dan 0/1 dan pengenalan jaringan 192.168.3.0 / 24 melalui 192.168.1.2



4.       Router 1
Setting IP Pada Router interface fa 0/0 dan 0/1 dan pengenalan jaringan 192.168.2.0 / 24 melalui 192.168.1.1




Analisa :

Pada percobaan kali ini untuk menghubungkan network yang berbeda menggunakan 2 router yang bertujuan agar computer yang berada pada jaringan 192.168.2.0/24 dapat berkomunikasi dengan computer yang ada pada jaringan 192.168.3.0/24.
Pada percobaan ini fungsi router sebagai IP forwarding atau dengan kata lain membawa data melewati sekumpulan jaringan dengan cara memilih jalur terbaik untuk dilewati data.

Pada percobaan ini router untuk dapat mengenali jaringan lain harus di kenalkan terlebih dahulu / di daftarkan pada table routing yang ada pada router tersebut. Seperti contohnya adalah router 0 adalah sbb :

Pada gambar diatas, pada router 1 yang terhubung pada jaringan 192.168.1.0/24 dan 192.168.1.2/24. Dengan mendaftarkan jaringan yang tidka dapat di akses oleh router0 yaitu jaringan 192.168.3.0 maka jaringan tersebut bisa di kenali. Sehingga jaringan 192.168.3.0 tersebut di kenali melalui jaringan 192.168.1.2 pada router lain yang merupakan 1 jaringan pada router0.

Bagaimana proses dalam pengirim data melalui router ? 

1.       Pada awalnya pc0 akan dilakukan ping pada pc1 yang berbeda jaringan, pada layer 3 telah di tentukan ip source dan ip destination. Disini terjadi pengecekan bahwa ip destination tidak sama dengan subnet dari ip source sehingga proses selanjutnya adalah data akan di teruskan pada default gateway yang telah di set yaitu 192.168.2.1 yaitu
Router0 dan terdapat penambahan header pada layer 2 untuk mengirimkan pada mac address pada router0 interface 0/0.

2.       Pada tahap selanjutnya router telah menerima paket dari Pc0 dan memeriksa mac address. Setelah itu router akan mengecek data dari routing table yang dia miliki.
Setelah proses tersebut jika menemukan pada table routing jaringan 192.168.3.2 maka pada layer 2 router akan ditentukan MAC address destination selanjutnya adalah router01 pada interface 0/1 karena pada table routing telah di daftarkan jaringan 192.168.3.1 melalui jaringan 192.168.1.2 yang merupakan ip dari router01 pada interface 0/1. Pada roouter01 broadcast ARP untuk mengetahui mac address dari alamat ip yang di tuju.

3.       Proses selanjutnya setelah paket ARP diterima oleh PC01 maka PC01 akan mengirimkan kembali dengan data mac address yang dia punya.

4.       Dengan begitu mac address untuk pc01 dapat diketahui oleh router01 dan akan di simpan pada table routing sehingga ketika untuk mengirimkan paket ke pc01, router akan mengecek table arp sehingga tidak perlu lagi untuk membroadcast ARP untuk mengetahui mac address dari ip tersebut sehingga paket akan diteruskan ke pc01 tersebut.




3.       Routing Vlan


Konfigurasi untuk VLAN sedikit terdapat penambahan dalam konfigurasinya :
1.       Penambahan VLAN pada VLAN database pada switch
2.       Pemberian VLAN pada interface switch


Analisa :
        Pada percobaan ini akan digunakan 2 switch untuk mengimplementasikan VLAN pada jaringan. Untuk jaringan 192.168.10.0/24 menggunakan VLAN10 dan 192.168.30.0/24 menggunakan VLAN30.

Apa kegunaan dari VLAN ?
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama.
Proses pengiriman data pada VLAN sedikit berbeda dengan switch yang tanpa di konfigurasi untuk VLAN. Perbedaannya untuk mengetahui ketika PC0 mengirimkan paket dengan tujuan PC02, pada switch01 akan membroadcast ke semua pc yang terhubung dengan switch 1 sehingga mendapatkan mac address dari IP yang dituju oleh PC0 dan PC02 akan memberikan macaddress sehingga computer dapat berkomunikasi  :


Kegunaan VLAN ada disini, dengan adanya VLAN paket ICMP ketika tidak ada di table mac address dan table ip akan di broadcast hanya pada sesame VLAN. Seperti contohnya pada gambar berikut :


Gambar diatas dilakukan ping pada pc0 ke pc2 terlihat paket ICMP hanya di broadcast ke PC2 yang memiliki vlan yang sama. Berbeda dengan switch tanpa adanya konfigurasi :
Gambar diatas dilakukan scenario ketika jaringan pc0 melakukan ping ke pc2. Pc0, pc2 dan pc3 memiliki vlan yang sama sehingga paket tetap akan di broadcast ke pc3 meskipun memiliki jaringan yang berbeda.

Dengan percobaan tersebut dapat disimpulkan VLAN digunakan untuk mengoptimalkan broadcast pada switch sehingga paket akan dikirimkan / dibroadcast pada sesama jalur atau sesama VLAN sehinggal dapat meminimalkan broadcast ke banyak computer.


Komentar